Pengguna iPhone Paling Cerdas, Pengguna BlackBerry Paling Bodoh ?


Kemampuan seseorang ternyata bisa dilihat dari smartphonenya. Ini menurut laporan Ladbroke, sebuah tempat taruhan resmi di Jolly Old Inggris. Di tempat ini 2.000 pemilik smartphone dari berbagai vendor diuji kecerdasan dan kelicikannya. Pemilik smartphone melakukan uji coba yang bernama A Test of wits yakni melakukan tujuh permainan asah otak melalui situs web dengan memasukan nama smartphone yang digunakan. Dari informasi tersebut di dapat kesimpulan bahwa pengguna iPhone adalah yang paling cerdas. 


Tes uji coba tersebut didapatkan data bahwa pengguna iPhone dapat menyelesaikan tes tersebut dengan waktu rata-rata selama 94 detik lebih cepat 5 detik dibandingkan dengan pengguna Google Nexus. Pemilik smartphone Samsung berada di urutan ketiga dengan skor rata-rata menyelesaikan tes selama 103 detik. Sedangkan pengguna smartphone HTC berada di posisi keempat dengan waktu lebih lama 2 detik dari Samsung untuk menyelesaikan tes tersebut. Sementara itu pemilik Nokia berada di posisi kelima dengan waktu 109 detik dan yang terakhir adalah pemilik BlackBerry dengan waktu 118 detik untuk menyelesaikan tes itu. 

Dari hasil tes tersebut disimpulkan bahwa pengguna iPhone adalah yang paling pandai, sedangkan pengguna BlackBerry adalah yang paling bodoh. Hasil penelitian ini tentu tidak semuanya sependapat dengan Anda, bisa saja pengguna BlackBerry mengaku pengguna iPhone atau yang lainnya. Jika anda penasaran silakan melakukan uji coba sendiri di link ini.

Sumber :

Moto X Pangkas Harga Menjadi Rp. 4,8 Juta



Motorola mengumumkan telah menurunkan harga ponsel pintar andalannya, Moto X, menjadi seharga US$399, atau setara Rp4,8 juta. Untuk diketahui, Moto X adalah ponsel pertama Motorola setelah diakuisisi oleh Google. Motorola meluncurkan Moto X pada Agustus 2013 dengan harga US$549,99, atau sekitar Rp7 juta. Rick Osterloh, Senior Vice President of Product Management Motorola, mengatakan, perusahaan sudah banyak mendengar orang-orang menginginkan ponsel pintar premium itu dengan harga yang wajar, tanpa harus membelinya melalui sistem kontrak. "Jadi, mulai hari ini dan ke depannya, kami menawarkan Moto X dengan harga US$399 ke semua operator besar di Amerika Serikat tanpa kontrak," kata Osterloh, dilansir PC Mag, Kamis 2 Januari 2014. Turunnya harga Moto X juga terjadi pada pembelian secara kontrak. Saat ini, untuk pembelian secara kontrak dua tahun melalui Verizon, AT&T, dan Sprint, Moto X dibanderol dengan harga US$99,99, atau setara Rp1,2 juta. Sebelumnya, untuk kontrak dua tahun, Moto X dihargai US$$199, atau setara Rp2 juta, oleh operator Verizon, AT&T, dan Sprint.

Moto X dipersenjatai oleh chipset X8 Mobile Computing System dan prosesor Snapdragon S4 Pro 1.7GHz dual-core Krait dan GPU quad core Adreno 320 GPU. Chipset X8 itu disebutkan memiliki kemampuan super dalam menunjang kinerja ponsel. Di sisi layar, Moto X mengusung layar AMOLED 4,7 inci beresolusi 720 piksel, lengkap dengan memori 2 GB RAM dan penyimpanan internal 16 GB, yang bisa diperbesar hingga 32 GB. Moto X sudah menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat. Ponsel ini juga memakai baterai 2200 mAh yang diklaim memasok tenaga hingga 24 jam. Sementara itu, untuk waktu bicara, ponsel dapat bertahan hingga 13 jam.

Sumber :
VivaNews

Jika Terlalu Sering Nonton Film 3D


Menonton film dengan teknologi 3D tentu lebih seru dibandingkan format film biasa. Namun, jika ini sering dilakukan, apakah dapat berdampak buruk bagi anak? Teknologi 3D terbaru menggunakan satu proyektor yang berpindah antara gambar mata kiri dan kanan sebanyak 144 kali per detik, serta menggunakan kacamata yang lebih baik.

Metode ini membuat mata kita bekerja hingga batas maksimal. "Bisa diibaratkan, otot mata kita sedang melakukan lari maraton," kata Dr Daryan Angle, ahli mata dari Kanada. Faktanya, sebagian orang tidak dapat memroses efek 3D dengan baik, sehingga pada akhirnya mengalami keluhan seperti sakit kepala selesai menonton.

Hal ini bisa terjadi pada orang dewasa dan juga anak-anak. "Efeknya akan lebih berat bagi anak-anak, yang tidak tahu dengan pasti apa yang seharusnya mereka lihat," tambah Dr Angle. Ia merekomendasikan orangtua untuk terlebih dulu memeriksakan mata anaknya. Pemeriksaan penglihatan 3D bisa membantu menemukan apakah anak memiliki masalah pada mata yang akan membuatnya tidak dapat menikmati film 3D.

"Menonton film 3D itu memerlukan kendali otot serta pengelihatan yang baik," jelas Dr Angle. Sementara hingga usia 7 tahun, kemampuan melihat anak masih dalam perkembangan. Jadi, sebaiknya proses perkembangan ini didukung dengan tidak memberinya stimulasi yang berlebihan. 

Sumber :
Blog Teknologi Informasi Indonesia

Daftar Isi

Comment